Kontes seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga langkah nyata untuk memperkenalkan durian lokal ke pasar yang lebih luas.
Dedra
BANGKA BARAT – Pemerintah Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat kembali menggelar Kontes Durian Lokal Desa Tuik 2026 pada Sabtu (27/6/2026)
Gedung Serba Guna (GSG) Desa Tuik menjadi lokasi kontes tahunan yang telah memasuki tahun ketiga kegiatan ini berlangsung, ini menjadi wadah bagi para petani untuk menampilkan durian unggulan di Desa ini.
Sebanyak 17 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan durian-durian terbaik hasil dari kebun masyarakat Desa Tuik itu sendiri.
Dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian unggulan di Kabupaten Bangka Barat, Desa Tuik terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas sekaligus melestarikan kekayaan plasma nutfah durian lokal.
Bupati Bangka Barat Markus, S.H. yang hadir membuka kegiatan mengatakan bahwa durian telah menjadi salah satu identitas Kabupaten Bangka Barat.
Menurutnya, kontes seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga langkah nyata untuk memperkenalkan durian lokal ke pasar yang lebih luas.
"Memang Bangka Barat ini terkenal dengan duriannya. Harapan kita dengan adanya kontes ini dapat mengangkat durian lokal kita terus ke kancah nasional," ujar Markus.
Ia juga mengajak para pemenang untuk kembali menunjukkan kualitas durian terbaiknya pada Kontes Durian Lokal Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026 yang akan digelar di Lapangan Bola Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, pada 9 Juli 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Desa Tuik Suderajat mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang kini telah menjadi agenda tahunan desa selama tiga tahun berturut-turut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kontes tersebut.
"Alhamdulillah kami dapat menyelenggarakan agenda rutin ini selama tiga tahun berturut-turut. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, khususnya Bupati dan Wakil Bupati. Insyaallah tahun depan kami akan menyelenggarakannya dengan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh tiga juri terbaik dan berkompeten di Kabupaten Bangka Barat.
Masing-masing durian dinilai berdasarkan sejumlah aspek penting, mulai dari cita rasa, tekstur daging, ketebalan daging buah, warna, aroma, hingga kualitas keseluruhan.
Dari hasil penilaian tersebut, durian "Panca Sona" milik Gito berhasil meraih Juara I dengan nilai 980, sekaligus dinobatkan sebagai durian terbaik pada Kontes Durian Lokal Desa Tuik 2026.
Posisi Juara II diraih oleh Iin Parlian melalui durian "Karmelo" dengan nilai 960, sementara Juara III berhasil diraih Hanafi dengan durian "Aligator" yang memperoleh nilai 930.
Keberhasilan penyelenggaraan kontes ini diharapkan semakin mendorong semangat para petani untuk terus menghasilkan durian berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat posisi Desa Tuik sebagai salah satu sentra durian unggulan di Kabupaten Bangka Barat.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi bukti bahwa durian lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing dan berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mengangkat nama Bangka Barat hingga tingkat nasional.
Penulis : Risa