Pesta Adat Panggil Suku Ketapik, Warisan Budaya Bangka Barat yang Terus Dilestarikan

Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Kacung yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dedra

Bangka Barat – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi dan budaya daerah melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Pesta Adat Panggil Suku Ketapik yang digelar di Balai Adat Suku Ketapik, Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Minggu (7/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka Barat Markus, S.H. dalam sambutan yang dibacakan pada kegiatan tersebut. 

Acara turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Kacung dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Pesta Adat Panggil merupakan warisan leluhur masyarakat adat Ketapik yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Zulhijah, setelah Hari Raya Iduladha. 

Tradisi ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Kacung yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pesta adat yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Panggil” memiliki makna mengundang sanak saudara, kerabat, teman, dan handai taulan untuk bersama-sama menghadiri perayaan adat tersebut. 

Rangkaian kegiatan meliputi arak-arakan sador-sador bagi anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an. 

Selain itu, pada malam sebelum pelaksanaan pesta adat, masyarakat juga menggelar tradisi Ngasoh Kembang yang dimeriahkan dengan penampilan rebana, marawis, barzanji, dan semarangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi sekaligus kegembiraan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an.

Bupati menilai Pesta Adat Panggil merupakan aset budaya daerah yang memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai tradisi masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2026 memberikan fasilitasi anggaran sebesar Rp40 juta untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan acara tersebut.

“Dengan dukungan ini, diharapkan Desa Kacung dapat terus mengembangkan berbagai potensi budaya lainnya dalam kerangka pemajuan kebudayaan daerah,” 

Selain itu kepala dinas Pariwisata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Wydia Kemala Sari, S.T., M.Si mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi setinggi tingginya untuk pengaul adat suku ketapik dan juga seluruh masyarakat setempat atas terselenggaranya kegiatan ini.

" Saya mewakili gubernur Kepulauan Bangka Belitung sangat mengapresiasi kegiatan ini kegiatan sangat ini berperan penting untuk pariwisata dan kebudayaan, saya berharap kegiatan  ini dapat mempererat tali silahturahmi," ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat melestarikan budaya dan tradisi peninggalan leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Bangka Barat.

Acara berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kecintaan masyarakat terhadap tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Penulis : Risa

#Layanan
SHARE :
LINK TERKAIT